PERPUSTAKAAN
LUMBUNG ILMU
DESA
SUSUKANLEBAK
Berliterasi
adalah salah satu kegiatan manusia yang tidak lepas dari proses kehidupan yang
terus berinteraksi dengan dunia buku. Kegiatan tersebut bisa dikatakan sebagai
rutinitas manusia yang bertujuan untuk menambah wawasan atau hanya sebatas hobi
semata. Pada sebuah buku terdapat intisari semua jenis kehidupan, maka dari itu
buku merupakan bahan pokok kebutuhan manusia yang akan selalu ada dalam
kegiatan sehari-hari dan hakikat sebuah buku adalah memberikan informasi kepada
khalayak. Tidak lepas dari hakikat sebuah buku adalah untuk dibaca dan
dipelajari, proses membaca tersebut akan selalu dilakukan setiap detik dalam
kehidupan manusia. Wadah dari sebuah salah satunya adalah perpustakaan yang
menjadi pusat referensi para pembaca. Perpustakaan menurut https://id.wikipedia.org/wiki/Perpustakaan
adalah sebuah koleksi buku dan majalah, walaupun dapat
diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum
dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah
kota atau institusi, serta dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu
membeli sekian banyak buku dengan biaya sendiri. Sedangkan menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/perpustakaan perpustakaan adalah tempat, gedung, ruang yang
disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dan sebagainya serta
koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lain yang disimpan untuk dibaca,
dipelajari, dan dibicarakan. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan
adalah wadah/tempat koleksi buku yang diperuntukan untuk para pembaca semua
kalangan. Maka dari itu kami Perpustakaan Lumbung Ilmu ingin berorientasi
sebagai media minat baca masyarakat.
Perpustakaan
Lumbung Ilmu adalah perpustakaan desa yang bergerak dalam bidang literasi dan
sebagai sumber/wadah minat baca masyarakat juga berperan sebagai sarana prasana
belajar untuk pelajar atau masyarakat umum. Perpustakaan Lumbung Ilmu berdiri
pada tanggal 8 Agustus 2016.
Awal
pembentukan perpustakaan ini tergerak berdasarkan potensi masyarakat desa yang
gemar membaca dengan dibuktikan dengan survei di lapangan yang dilakukan oleh
para pemuda Desa Susukanlebak. Dari membuka belajar gratis untuk anak-anak usia
sekolah dasar kemudian pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah desa
atau dinas dengan peserta masyarakat umum dan antusiasme masyarakat dengan
diadakannya pelatihan sangat berpengaruh terhadap minat baca masyarakat. Maka
dari itu kami sebagai pengelola perpustakaan berinisiatif untuk mengajukan
perpustakaan desa yang kemudia menjadi aset desa yang berpengaruh terhadap
minat baca masyarakat.
Perpustakaan
Lumbung Ilmu berada di Desa Susukanlebak Kecamatan Susukanlebak Kabupaten
Cirebon. Sebagai desa induk di Kecamatan Susukanlebak kami berprinsip untuk
terus berkembang dalam bidang literasi dan dengan kebangkitan perpustakaan ini
kami berharap bisa menjadi virus positif untuk desa-desa tetangga, desa
sekecamatan, bahkan untuk desa-desa lain yang ingin membangun perpustakaan
desa.
Makna
dari kata Lumbung Ilmu adalah gudang/penyimpanan, wadah, media, dan pusat ilmu
pengetahuan yang akan menjunjung tinggi hasil panen ideologi manusia. Kata Lumbung sendiri diambil dari kearifan
lokal masyarakat Desa Susukanlebak yang mayoritas sebagai petani terutama
sebagai petani padi. Budaya dan tradisi atau kebiasaan masyarakat ketika
menyimpan hasil panen akan disimpan di lumbung padi yang bermakna penyimpanan
untuk masa yang akan datang. Dengan filosofis tersebut kami berprinsip ilmu
yang kita tawarkan bisa menjadi gudang penyimpanan ilmu untuk masa sekarang
atau masa yang akan datang.

Posting Komentar